Bulan Putih
Memandang dalam gulita
Cahaya putih gigimu, bola matamu
Tahi lalat yang menempel
Melekatkan cinta kita
Aroma sedap malam menyengatSementara angin, mengibas-ngibaskan kerinduankuYang semakin menguat, dalam gerai rambutmu yang panjang
Mencintaimu adalah mencintai cakrawala
Gejolak jiwa yang meraung
Meneteskan embun di rerumputan
Ketika cinta di campur liur ambisiMembunuh kemanusiaan dan hancurkan keindahan
Mencintaimu adalah mencintai kehidupan
Yang di ayak-ayak di atas tampah
Dan aku hanya bisa berkata
Bahwa kamu, bulan putih
Sempurna jiwa
Attar Art
Aceh, Desember 2020

Comments
Post a Comment