Posts

Postingan Unggulan

Bulan Putih

Image
Memandang dalam gulita Cahaya putih gigimu, bola matamu Tahi lalat yang menempel Melekatkan cinta kita Aroma sedap malam menyengat Sementara angin, mengibas-ngibaskan kerinduanku Yang semakin menguat, dalam gerai rambutmu yang panjang Mencintaimu adalah mencintai cakrawala Gejolak jiwa yang meraung Meneteskan embun di rerumputan Ketika cinta di campur liur ambisi Membunuh kemanusiaan dan hancurkan keindahan Mencintaimu adalah mencintai kehidupan Yang di ayak-ayak di atas tampah Dan aku hanya bisa berkata Bahwa kamu, bulan putih Sempurna jiwa Attar Art Aceh, Desember 2020

Jendela Cinta

 Jendela Cinta aku intip dari jendela cinta menyelinap diam tanpa suara mulai benderang dalam cahaya cahaya siang di antara tulang dada mereka rasa dunia ini milik berdua tak sadar ada insan yang sendiri dalam nestapa mereka bercanda ria hal cinta  saling pukul manja cubit-cubitan senyum manis dalam jiwa cinta mekar seindah bunga mawar televisi jadi saksi cinta mereka apakah kau tahu ? aku sendiri sendiri dalam tiupan angin menunggu roh putih dan manis Art - Jendela Cinta

Antara Hujan dan Kamu

 Antar Hujan dan Kamu aku rindu hujan yang menahan kita untuk pulang kukecupkan kesepianmu sepenuh lapar dan dahaga ditemani bakwan panas secangkir kopi cinta mulut berdua aku serentak menyebar ke seluruh malam menciptakan opini, rayuan, dagelan, candu dan petaka hujan mulai  reda pada langit berkabut jalan pulang penuh liur ambisi cinta berbisikan nyanyian burung masih merdu menulis rindu  antara hujan dan kamu Art - Antara Hujan dan Kamu

Pada Matanya

 Pada Matanya pada matanya malu kusembunyikan dusta gelora asmara terbentuk dengan sadik menitiskan air mata kasih munculkan bintik-bintik serius menidurkan waktu yang berbisik pada matanya tergambar asih arsana yang selalu ada thalia yang bersama pada embun surga cahaya penuh dan sempurna dalam dada  selalu nyala Art - Pada Matanya